Keutamaan Nabi Muhammad SAW

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nabi Muhammad saw. adalah manusia pilihan yang diutus Allah SWT. di muka bumi untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, sebagaimana diterangkan dalam al-Qur’an surat al-Anbiya ayat 107 yang artinya:

“tidaklah kami utus engkau (ya Muhammad) kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Kedudukan baginda Rasululllah Muhammad saw. di tengah-tengah umat merupakan rahmat yang dihadiahkan dari Allah SWT. untuk seluruh makhluk di muka bumi, sebagaimana keterangan dari hadis yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Hakim dari abu Hurairah ra. yang artinya:

“dari abi Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “wahai manusia sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Ramahramzi, dalam kitab shihih hadis-nya juz 1, halman 34; al-Hakim dalam al-Mustadrak li al-Hakim, juz 1 halaman 91, no 100, menurutnya hadist ini shahih; dan dalam kitab Sya’b al-Iman, diriwayatkan Imam al-Baihaqiy, juz 2, halaman 144, no. 1404.

Keutamaan Nabi Muhammad SAW Dalam AL-Qur’an

Beliau ditinggikan sebutan namanya, dimana tidak ada nabi dan rasul yang namanya bersanding dengan nama Allah SWT. kecuali hanya beliau saja yaitu Nabi Muhammad saw. sebagaimana dalam firman Allah  dalam surat al-Insyirah ayat 4, yang artinya:

“kami tinggikan bagimu sebutan namamu.” (QS. Al-Insyirah: 4)

Kemudian pangkat dan derajat kenabian Muhammad saw. serta ketinggian namanya diabadikan oleh seorang penyair kenamaan dalam dunia Islam yaitu Hasan bin Tsabit dalam karyanya yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ialah sebagai berikut:

“Allah pancarkan sinar keNabian di tubuhnya

Hingga jelas kilau cahaya dan kenabian bagi yang memandangnya

Dan Allah sertakan nama Nabi-Nya dengan nama-Nya

Tatkala penyeru adzan mengumandangkan syahadatnya.”

Derajat beliau di sisi Allah SWT. teramat agung, sebagai Nabi kekasih Allah, beliau adalah pemilik al-Maqam al-Mahmudah yang disucikan, dipuji, dan didoakan oleh seluruh makhluk termasuk para malaikat bahkan Allah sendiri memuji beliau. Sebagaimana diterangkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 56 yang artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu sekalian kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-AHzab: 56)

Sungguh luar biasa Nabi Muhammad saw. dihadapan Allah SWT. Allah memerintahkan para malaikat dan segenap orang-orang yang beriman untuk bershalawat kepada beliau. Bahkan Allah SWT. sendiri memberi penghormatan kepada baginda nabi Muhammad saw. hal ini menunjukan kemuliaan Nabi saw. yang amat tinggi diantara semua makhluk.

Bukan hanya itu, Allah memuliakan Rasulullah saw. karena kasih sayang Allah yang begitu mendalam kepada beliau sehingga para sahabat pun dilarang bersuara keras di hadapan beliau melebihi suara beliau. Seperti yang diterangkan Allah SWT. dalam surat al-Hujurat ayat 2 yang artinya:

“wahai orang-orang yang beriman, janganlah mengeraskan suara kalian lebih tinggi dari suara Nabi saw. dan janganlah kalian berkata kepadanya dengan suara keras, seperti kerasnya sebagian kalian berkata terhadap sebagian yang lain, agar tidak terhapus pahala amal kalian sedang kalian tidak menyadari.” (QS. Al-Hujurat: 2)

Dalam ayat ini, Allah swt memberikan peringatan kepada para shahabat agar berlaku sopan dan merendahkan diri kepada Nabi saw. mereka dilarang berbicara di depan beliau dengan suara keras.

Bagi yang melanggar, Allah SWT. memberikan ancaman dengan menghapus amal kebaikan. Hal ini tidak mungkin Allah SWT. lakukan selain semata-mata karena untuk memuliakan Nabi Muhammad saw.

Dalam surat yang lain yaitu Qur’an surat an-Nur ayat 63 Allah SWT. memberikan perintah kepada para shahabat agar memanggil beliau dengan kata-kata yang halus dan tidak kasar. Berikut arti dari surat an-Nur ayat 63 tersebut:

“Janganlah kalian memanggil Rasul seperti kalian memanggil sebagian terhadap sebagian yang lain. (QS. Al-Nur: 63)

Demikianlah keterangan dari keutamaan Nabi Muhammad saw. yang dapat kami berikan. Atas segala kekurangan dan kurangnya penjabaran yang luas kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *